Joker or Heath Ledger (The Dark Knight Batman)

28 07 2008

Pulang dari bioskop kok ada kesan tersendiri ya dari film ini. Pertamanya sih ga begitu tertarik diajak temen nonton film ini. Karna dari dulu emang ga terlalu suka sama karakter Batman. Bagi saya belum ada Karakter super Hero yang memalingkan kesukaan saya pada karakter Spiderman. Karena emang film yang pertama dan kedua Spiderman dibikin sangat apik. Ya mau apa lagi. Karena yang ikut rame nonton Batman (satu kostan) jadinya saya ikut.

Dan pada malam habis nonton bareng itu masih terbukti belum ada yang mematahkan kesukaan saya pada karakter superhero Spiderman. Namun saya kok malah punya perasaan lain & langsung jatuh cinta dengan film ini. Bukan karena karakter si Batman ntu. Tapi karakter penjahat & musuh bebuyutannya batman.

Akting Heath Ledger yang memerankan JOKER ini lah yang menjadi nyawa dari film ini. Totalitasnya sebagai aktor diperlihatkan. Sehingga saya terkesan dengan film ini bukan karena Si Kelelawar. Tapi pada adegan Ledger yang memerankan joker. Sangat fantastis…

Pulang dari bioskop saya coba browsing tentang film itu & nyari2 walpaper film itu. Teeeek,, ahhh ternyata si Ledger meninggal karena over dosis obat tidur dari dokter. Dan kematiannya diisukan karena terlalu mendalami perannya di film itu. Keeeenaaapaaa gaaa gw cari dulu informasi tentang ini.??!! Pasti nontonnya akan lebih mengharu biru. “Seorang aktor yang meninggal di puncak karirnya”. Bukankah itu bisa memberi kesan lebih dan hebat pada saya sebagai penonton nantinya.

Walau tanpa mengetahui berita meninggalnya Ledger saya sudah terkesan dengan karakter Joker. Pa kabar dengan aktor joker selanjutnya yaa?? Mungkin saja joker setelahnya tidak khan seberkesan ini. Kita lihat saja.

“Why so serious” = kata yang hebat





Taubat

13 07 2008

Hatiku kelu ketika doa ancamanku termuntahkan
Berada di posisi bingung serba galau dan bergerak cepat di pikiran
Kepala tertunduk sambil meratap duduk di sajadah usang
Satu dua tetesan jatuh di simpuhan kaki yang gemetar bersama tubuh
Tangis sejadi2nya.. malu sejadi2nya.. marah sejadi2nya..
Ini kah yang disebut jalan kebaikan untukku?
seperti pinta doa hamba sebelumnya?

Berteriak lantang di hati yang gersang dan berkata
“Inikah jalan jiwa yang harus ditempuh sang hamba perindu-Mu??”
Bukan ku menyesal punya Tuhan seperti-Mu
diri ini hanya malu mengeluh atas ujianmu,,
diri ini hanya mau jadi manusia kuat yang kau lihat di padang penghisapan
diri ini mau jadi muslim kebanggaan Rasul-mu
diri ini juga mau menjadi suci di dunia-Mu
diatas ujian jiwa dahsyat Sang Pembolak-balik hati ini

Ya Rabb Jika semua itu baik bagiku,,
tampakkanlah di mata dan hatiku itu sebagai mana adanya
Walau berupa tamparan keras diwajahku
bagai bara menyala yang kau beri di tanganku

ampun dan taubat ini untuk-Mu
hanya kupinta
jangan kalbuku dibuat bingung menuju rahmat-Mu
kuatkan hatiku dengan nikmat sabar
juhkan aku dari menyombongkan pada manusia atas diri jika kau beri suci
lembutkanlah tatapan mata ini untuk melihat ragamnya dunia
dan mampu melihat berbagai jiwa dari raga yang kau cipta beda
maka kuterima suratan zaman-Mu atas diriku





Mungkin Begitu Tuhan Melihat Kita (Inspirasi dari film “Pursuit of Happyness”)

29 06 2008
Directed by :Gabriele Muccino
Produced by :Will Smith
Steve Tisch
James Lassiter
Todd Black
Jason Blumenthal
Written by :Steven Conrad
Starring :Will Smith
Jaden Smith
Thandie Newton
Music by : Andrea Guerra
Cinematography Phedon Papamichael
Editing by : Hughes Winborne
Distributed by : Sony Pictures

Kisah apik yang dibintangi will smith dan berdasarakan kisah nyata dalam buku “David G. Myers” dari seorang miliuner ” Chris Gardner” yang merintih karir dari bawah ini memberi kesan tersendiri bagi saya sebagai penonton. Terutama pada bagian dimana seorang bapak tetap sabar menghadapi berbagai masalah dan beban yang serasa bertubi-tibi. Dan juga anak yang bersamanya tetap merasa nyaman dalam kesulitan karena senyum dari sang bapak dan impian-impian indah yang diciptakan bapaknya sehingga kesulitan yang dihadapipun tidak tersasa bangi si anak.

Bahkan ada yang menarik ketika si suami yang telah ditinggal cerai oleh si istri hidup gelandangan tanpa rumah dengan anaknya. Ketika bapak dan anak ini berada di ruang tunggu kereta bawah tanah yang sudah sepi karena sudah larut. Si bapak mencoba mendongeng tentang dinosaurus. Bapak berkata dengan nada bercanda namun seru bahwa kita sedang berada di jaman dinosaurus. Kita tidak aman disini dan mengajak si anak untuk sembunyi di dalam kamar mandi. Mereka masuk kemudian dikunci dan berkata bahwa kita sudah aman. Anak itu dengan ekspresi wajah yang merasakan serunya kisah dinosaurus itu dan merasa aman akhirnya tertidur di paha si bapak. Mereka bermalam di kamar mandi kereta bawah tanah.

Saya akan coba ceritakan garis besar dari film yang saya sarankan anda untuk menonton ini, terutama saya sarankan bagi mereka yang ditimpa kesulitan. Di dalam film itu dikisahkan sebuah keluarga kulit hitam suami istri dan seorang anak hidup dalam keterbatasan dan hutang di San Francisco, California Amerika karena langkah bisnis salah yang diambil oleh si bapak. Masalah keuangan yang membuat istri harus bekerja sebagai pelayan toko dan pendapatan tambahan lain suami untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak ada membuat mereka selalu bertengkar. Namun begitu mereka tidak bertengkar dan memperlihatkan masalah tersebut ke anak mereka yang masih berumur 5 tahun.

Mungkin hal diatas masih dianggap biasa untuk dikisahkan. Namun hal yang membuat film ini terasa luar biasa adalah kesabaran, positif-thingking, tidak mengeluh dan menyalahkan siapa-siapa. Bicara tentang menyalahkan, kita terkadang menyalahkan dan mencari siapa yang saja yang patut bertanggung jawab atas kegagalan kita. bahkan terkadang menyalahkan Tuhan. Namun di kisah ini tersirat suatu pesan, yaitu tuhan tidak sedang menghukum kita dengan berbagai kesulitan. Baik kesulitan yang bertubi-tubi sekalipun. Tuhan juga tidak menimpakan beban yang berat melebihi dengan yang mampu kita pikul. Seperti yang dijelaskan di Al-Quran bahwa tuhan tidak akan menimpakan beban kepada manusia kecuali manusia itu mampu memikulnya.

Tuhan mungkin hanya sedang mencipta kisah hebat nan luar biasa dalam kanfas kisah hidup kita. Sehingga akan membuat kita terharu menceritakannya nanti setelah melewatinya. Tentunya ini mesti dijalani dengan sabar dan tidak bersangka buruk. Karena yang paling penting adalah menjalani hidup itu dibanding mengira-ngira apa yang akan kita jalani dan hadapi nanti.

Penglihatan yang Maha Tau tentu jauh berbeda dengan mata kepala dan penilaian kita. Untuk apa kita mengeluh kalau sebenarnya Tuhan Pengasih & Penyayang punya rencana yang lebih baik untuk kita di depan. Untuk apa kita berburuk sangka kalau kita disuguhkan tahapan-tahapan hidup yang luar biasa untuk diceritakan. Untuk apa kesabaran hidup kita hilang kalau Tuhan yang Maha Menepati Janji akan memberi kado manis di ujung hidup. Semuanya tentu baik untuk saya maupun anda renungkan baik-baik untuk menuju keiklasan yang tinggi dalam berjuang dan menjalani hidup.

Mungkin begitulah cara tuhan menyayangi kita. Mungkin begitulah cara Tuhan memberi kita. Mungkin dengan begitulah tuhan membersihkan hati kita. Mungkin dengan begitulah Tuhan berbicara kepada kita. Mungkin begitulah cara Tuhan melihat kita.

>