| Directed by :Gabriele Muccino Produced by :Will Smith Steve Tisch James Lassiter Todd Black Jason Blumenthal Written by :Steven Conrad Starring :Will Smith Jaden Smith Thandie Newton Music by : Andrea Guerra Cinematography Phedon Papamichael Editing by : Hughes Winborne Distributed by : Sony Pictures |
Kisah apik yang dibintangi will smith dan berdasarakan kisah nyata dalam buku “David G. Myers” dari seorang miliuner ” Chris Gardner” yang merintih karir dari bawah ini memberi kesan tersendiri bagi saya sebagai penonton. Terutama pada bagian dimana seorang bapak tetap sabar menghadapi berbagai masalah dan beban yang serasa bertubi-tibi. Dan juga anak yang bersamanya tetap merasa nyaman dalam kesulitan karena senyum dari sang bapak dan impian-impian indah yang diciptakan bapaknya sehingga kesulitan yang dihadapipun tidak tersasa bangi si anak.
Bahkan ada yang menarik ketika si suami yang telah ditinggal cerai oleh si istri hidup gelandangan tanpa rumah dengan anaknya. Ketika bapak dan anak ini berada di ruang tunggu kereta bawah tanah yang sudah sepi karena sudah larut. Si bapak mencoba mendongeng tentang dinosaurus. Bapak berkata dengan nada bercanda namun seru bahwa kita sedang berada di jaman dinosaurus. Kita tidak aman disini dan mengajak si anak untuk sembunyi di dalam kamar mandi. Mereka masuk kemudian dikunci dan berkata bahwa kita sudah aman. Anak itu dengan ekspresi wajah yang merasakan serunya kisah dinosaurus itu dan merasa aman akhirnya tertidur di paha si bapak. Mereka bermalam di kamar mandi kereta bawah tanah.
Saya akan coba ceritakan garis besar dari film yang saya sarankan anda untuk menonton ini, terutama saya sarankan bagi mereka yang ditimpa kesulitan. Di dalam film itu dikisahkan sebuah keluarga kulit hitam suami istri dan seorang anak hidup dalam keterbatasan dan hutang di San Francisco, California Amerika karena langkah bisnis salah yang diambil oleh si bapak. Masalah keuangan yang membuat istri harus bekerja sebagai pelayan toko dan pendapatan tambahan lain suami untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak ada membuat mereka selalu bertengkar. Namun begitu mereka tidak bertengkar dan memperlihatkan masalah tersebut ke anak mereka yang masih berumur 5 tahun.
Mungkin hal diatas masih dianggap biasa untuk dikisahkan. Namun hal yang membuat film ini terasa luar biasa adalah kesabaran, positif-thingking, tidak mengeluh dan menyalahkan siapa-siapa. Bicara tentang menyalahkan, kita terkadang menyalahkan dan mencari siapa yang saja yang patut bertanggung jawab atas kegagalan kita. bahkan terkadang menyalahkan Tuhan. Namun di kisah ini tersirat suatu pesan, yaitu tuhan tidak sedang menghukum kita dengan berbagai kesulitan. Baik kesulitan yang bertubi-tubi sekalipun. Tuhan juga tidak menimpakan beban yang berat melebihi dengan yang mampu kita pikul. Seperti yang dijelaskan di Al-Quran bahwa tuhan tidak akan menimpakan beban kepada manusia kecuali manusia itu mampu memikulnya.
Tuhan mungkin hanya sedang mencipta kisah hebat nan luar biasa dalam kanfas kisah hidup kita. Sehingga akan membuat kita terharu menceritakannya nanti setelah melewatinya. Tentunya ini mesti dijalani dengan sabar dan tidak bersangka buruk. Karena yang paling penting adalah menjalani hidup itu dibanding mengira-ngira apa yang akan kita jalani dan hadapi nanti.
Penglihatan yang Maha Tau tentu jauh berbeda dengan mata kepala dan penilaian kita. Untuk apa kita mengeluh kalau sebenarnya Tuhan Pengasih & Penyayang punya rencana yang lebih baik untuk kita di depan. Untuk apa kita berburuk sangka kalau kita disuguhkan tahapan-tahapan hidup yang luar biasa untuk diceritakan. Untuk apa kesabaran hidup kita hilang kalau Tuhan yang Maha Menepati Janji akan memberi kado manis di ujung hidup. Semuanya tentu baik untuk saya maupun anda renungkan baik-baik untuk menuju keiklasan yang tinggi dalam berjuang dan menjalani hidup.
Mungkin begitulah cara tuhan menyayangi kita. Mungkin begitulah cara Tuhan memberi kita. Mungkin dengan begitulah tuhan membersihkan hati kita. Mungkin dengan begitulah Tuhan berbicara kepada kita. Mungkin begitulah cara Tuhan melihat kita.
>
Komentar Terakhir